SAYU !! Angeline, Kanak-Kanak Comel Ini Di P3r-k0sa Selama Seminggu Sebelum Dan Sesudah Mati

SAYU !! Angeline, Kanak-Kanak Comel Ini Di P3r-k0sa Selama Seminggu Sebelum Dan Sesudah Mati

Beberapa hari kebelakangan ini saya mengikuti kisah seorang kanak-kanak comel dari Indonesia yang dilaporkan hilang.
Yang membuatkan saya tertarik dengan kisah ini adalah kerana kanak-kanak yang bernama Angeline ini hidup dalam ketakutan kerana didera ibu angkatnya.
Kisah kehilangan anak kecil ini membuka mata banyak pihak hingga terjumpa susuk tubuhnya yang telah membusuk kerana di bunuh..

Jom ikuti kisah sadis anak kecil ini dari awalnya.

Angeline Lahir dari Keluarga Miskin, Dijadikan Anak Amgkat, Lalu Dibunuh

Bagai sinetron. Mungkin kalimat itu muncul setelah mengetahui bagaimana kehidupan Angeline, bocah usia 8 tahun yang dilaporkan hilang namun ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Mirisnya, faktor warisan diduga sebagai penyebab kematian bocah malang itu.

Delapan tahun lalu, seorang bocah mungil lahir dari buah cinta Rosidi dan Hamida. Suami istri asal Banywangi, Jawa Timur, itu senang menyambut kedatangan sang buah hati. Namun, mereka juga sedih lantaran tak memiliki uang sedikit pun untuk membiayai kebutuhan hidup bayi mungil tersebut.

Kemudian, seorang kerabat mengenalkan Rosidi dan Hamida dengan pasangan suami istri yang bertempat tinggal di Denpasar, Bali. Demi masa depan sang buah hati, Hamida pun mengikhlaskan pasangan itu, Margaret dan suaminya yang berkewarganegaraan asing, untuk mengangkat bayi mungil itu sebagai anak.

“Angel.. Angel.. Angel.. Kasihani ibu.. Jangan tinggalkan ibu,” tangis histeris Amidah di lantai Instalasi Forensik RSUP Sanglah memanggil-manggil anak kandungnya yang telah tiada.

Tak mudah bagi Hamida melepas bayi mungilnya. Apalagi, sang bayi masih berusia tiga hari.

Oleh Margaret, bayi itu diberi nama Angeline. Margaret dan suaminya membesarkan Angeline bersama dua anak mereka, yaitu Kristin dan Ivone.

Angeline tumbuh menjadi gadis cantik di rumah Margaret di Jalan Sedap Malam, Denpasar. Rambutnya panjang sebahu.

Namun, menurut Agus yang bekerja di rumah Margaret, majikannya itu kerap memarahi Angeline. Angeline juga memiliki tugas khusus dari ibu angkatnya, yaitu memberi makan ayam-ayam sebelum berangkat ke sekolah.

“Agus mengatakan ibu angkat Angeline seringkali memukul Angeline,” kata  aktivis perlindungan perempuan dan anak di Bali, Siti Supura, Rabu (10/6/2015).

Agus juga mengaku mendengar Margaret memanggil Angeline pada 16 Mei 2015. Selang 10 menit kemudian, Margaret berteriak menyebut-nyebut nama Angeline. Suaranya seperti meratapi sebuah penyesalan yang luar biasa.

“Diduga kuat Angeline mati saat itu setelah disiksa dan dibunuh,” ujarnya.

Sekira pukul 19.00 WIB, Margaret memanggil Agus. Ibu dua anak itu meminta Agus menguburkan Angeline di belakang rumahnya, dekat kandang ayam.

Pengakuan Agus itu sesuai dengan hasil pencarian polisi. Kurang lebih tiga pekan setelah kejadian, atau Rabu 10 Juni, polisi menemukan sebuah gundukan tanah di belakang kandang ayam di rumah Margaret.

Setelah digali, polisi menemukan plastik dan selimut yang membungkus tubuh Angeline. Saat ditemukan, jenazah dalam kondisi tertelungkup dengan memeluk sebuah boneka.

Sebuah kabar menyebutkan Angeline dibunuh lantaran ia mendapat warisan dari ayah angkatnya yang meninggal beberapa waktu lalu. Bahkan, namanya tercantum dalam surat wasiat.

Sementara ayah kandung Angeline sudah bercerai dari Hamida. Ia sudah menikah lagi dan tinggal di Banjar Tembau, Jl Sanggalangit No 7. Sementara Hamida juga sudah menikah lagi dan tinggal di Jl Poh Gading 10 X Jimbaran.

RRN-Metrotvnews

Angeline,  dikenali kerana sentiasa berbau busuk karena harus memberi makan ayam sebelum sekolah.

“Guru-guru sangat sayang dengan Angeline. Hampir setiap hari, dia dimandikan oleh guru kelasnya karena badannya bau kotoran ayam. Teman-temannya protes, dan akhirnya gurunya memandikan, keramasi rambutnya, dan kepang rambutnya. Kasihan sekali anak itu, dia dipekerjakan oleh ibunya,” tutur Ketut.

Ayam, yang mencapai lebih dari 100 ekor, serta anjing dan kucing peliharaan yang dimaksud merupakan milik ibu angkatnya. Kewajiban memberi makan hewan pelihataan ini pula yang diduga menyebabkan Angeline kerap terlambat ke sekolah.

Margarita, ibu angkat Angeline yang sentiasa menderanya

Siswi kelas II SD tersebut juga dikenal sebagai sosok yang pendiam dan lusuh. Selain itu, Angeline diketahui harus berjalan kaki sekitar dua kilometer melalui jalan raya atau satu kilometer melalui sawah untuk mencapai sekolahnya.

Diketahui, Angeline diadopsi oleh Teli Margareth, ibu angkat yang diduga menelantarkannya, sejak dirinya berusia tiga hari.

Hingga kini, keberadaan Angeline yang menghilang dari rumah sejak Sabtu (16/5/2015) masih juga belum diketahui.

Komnas Perlindungan Anak sudah mengunjungi rumah Angeline dan menyatakan bahwa tempat tersebut tak layak huni karena dikelilingi kandang ayam dan bau tak sedap. Kondisi lingkungan yang tidak sehat dinilai akan memperburuk perkembangan anak.

>Sampai saat ini, pihak kepolisian belum bisa menemukan jejak sang anak, yang sudah sepuluh hari meninggalkan rumah. –Intisari-Online

“Sempat saya tanyakan sama Angeline, mau nggak saya asuh. Beberapa hari kemudian Angeline mengatakan mau,” jelasnya.

Sukreni beralasan keinginan untuk mengasuh Angeline karena dirinya merasa kasian dengan kondisi bocah tersebut.

“Saya kasian sama Angeline. Dia keliatan tidak diurus, rambutnya nggak pernah keramas. Saya tidak tega melihatnya,” ujarnya.Dalam keseharian diakui Sukreni, setiap harinya Angeline selalu berangkat sekolah berjalan kaki. Pun pulang sekolah kembali berjalan kaki.

“Saya kasian sama Angeline. Karena satu jalur saya sering antar pulang, karena setiap harinya pulang jalan kaki,” ungkapnya.

Sukreni pun menyatakan, terakhir kalinya ia berjumpa sehari sebelum Angeline dikabarkan hilang.  “Terakhir saya ketemu tanggal 15 Mei dan besoknya Angeline sudah dikabarkan hilang,” ucapnya.

Guru yang mengajar pelajaran Agama dan Bahasa Bali mengaku keseharian Angeline tidak seperti anak kebanyakan.

“Dia sering terlihat bengong sendiri, seperti tertekan kayak orang depresi,” ungkapnya (*)

Keji! Angeline DiP3rkosa Selama Seminggu Sebelum dan Sesudah Meninggal

Jenazah Angeline

Misteri hilangnya Angeline yang selama beberapa bulan ke belakang bikin heboh akhirnya terkuak juga. Gadis malang itu ditemukan meninggal secara tragis di dekat kandang ayam rumah Ibu angkatnya, Margareta di Jalan Sedap Malam nomor 26 Denpasar.
Hingga kini polisi masih memeriksa Margareta, kedua anak kandung, dan juga Agus seorang pembantu  di rumah itu. Bahkan Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka utama. Pasalnya, ia telah mengaku terlibat dalam kasus pembunuhan Angeline. Tak cuma sampai situ saja, Agus juga mengaku jika dirinya sering mencabuli Angeline.

“Dia (Agus) juga mengakui telah melakukan pelecehan seksual selama satu minggu sebelum Angeline dinyatakan hilang,” ujar aktivis dari Pusat Pelayanan Terpadu

Parahnya, usai meninggal Agus pun masih sempat-sempatnya menyetubuhi gadis berusia 8 tahun tersebut. Keterangan itu gantian disampaikan oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. AA Made Sudana pada saat proses pemeriksaan berlangsung.

“Jadi si Agus ini usai membuat Angeline tewas, masih sempat menyetubuhi korban,” sambung Made Sudana di ruang Reskrim Polresta Denpasar, Rabu (10/6).

Sudah terlanjur tertangkap basah, Agus akhirnya mengungkapkan jika ia adalah sosok yang mengubur jenazah Angeline di hadapan para penyidik.

Sayangnya, Margareta hingga kini belum mau mengakui keterlibatannya soal pembunuhan terhadap gadis manis itu. Margareta bahkan berteriak-teriak tidak jelas saat diperiksa penyidik.

Begini Cara Angeline Dibunuh Dilihat Melalui Hipnosis

Tempat mayat Angeline dikuburkan…reban ayam

Kisah kematian gadis kecil 8 tahun bernama Angeline menyisakan pertanyaan besar dan tentu saja menyesakkan kita semua. Siapa tega membunuh bocah kecil itu? Perlahan dan pasti, kes ini pasti terbongkar.

“>Seperti yang sering dilakukan oleh para penyelidik di kepolisian dalam negeri maupun luar negeri, cenayang biasanya akan diikutsertakan dalam pencarian kasus ini untuk mengembangkan kasus. Karena itu, dengan metode yang sama yakni mengaktifkan gelombang (otak) delta saya meminta tolong seorang teman, yang di panggil RS ,dibawa ke kondisi ini dengan cara hipnosis.

Tiba-tiba di depan matanya, RS melihat seorang anak dipukul kepalanya dengan gayung oleh seorang perempuan dewasa di kamar mandi sebuah rumah yang berpintu pagar setinggi orang terbuat dari besi. Waktu itu tidak ada orang sama sekali, sore hari. Bocah itu menangis sejadi-jadinya. Si perempuan berambut pendek itu makin kalap, lantas memukul lagi gadis kecil itu. RS melihat peristiwa terjadi pada 16 Mei 2015.

Tak tahan dengan suara tangisannya, si perempuan itu mencoba menghentikannya. Si bocah diseret ke belakang rumah dekat tempat cuci lalu ditinggalkan sebentar sementara si bocah masih menangis sambil memegang kepalanya. Lalu si perempuan masuk dalam sebuah ruangan mencari barang untuk menghentikan tangisan gadis kecil itu.

Dia menemukan tali dan dengan barang ini diikatnya leher si bocah. Dengan harapan si bocah akan menghentikan tangisnya.

Yang terjadi justru meleset dari harapannya. Gadis itu memang tak bersuara karena lemas. Tarikan tali di lehernya mengencang dan menghambat jalan napas si bocah, tewaslah gadis kecil itu. Melihat situasi ini, perempuan itu makin panik.

>Diambilnyalah pakaian dan kain untuk menutupi gadis kecil itu. Dia bingung, mau ditaruh dimana mayat bocah kecil ini. Digendongnya bocah yang sudah tak bernyawa sambil menengok ke sumur bermaksud menguburnya di situ, tapi tidak jadi. Dilihatnya halaman belakang rumah, sambil celingukan ke kiri dan kanan. Tidak ada orang.

Di belakang rumah itu, RS melihat ada beberapa kandang ayam dan tanah kosong. Di situlah si perempuan mengubur bocah malang yang sudah tak bernyawa sambil memeluk boneka. “Dia sambil terburu-buru dan agak panik, menggali tanah tidak terlalu dalam serta menguburnya kemudian menaburkan kotoran ayam di atas gundukan itu dengan harapan tidak ada yang mengira ada mayat di situ,”ujar RS melihat apa yang dilakukan si perempuan. Perempuan itu lalu teriak-teriak dan menangis. “Dia stres,”kata RS.

Gangguan Jiwa

Ketika saya minta RS mengamati lebih jauh lagi apa sebenarnya yang dialami si perempuan, RS bercerita, perempuan itu sebenarnya mengalami gangguan jiwa bipolar. Dia sering teriak-teriak dan marah-marah tidak jelas sebabnya.

Sementara si bocah itu dianggapnya mengganggu dan membebani hidupnya. Selain sering minta uang untuk jajan, si bocah kerap membuatnya jengkel karena maunya macam-macam, makannya banyak. Padahal, perempuan itu juga sedang punya utang. “Ditambah lagi, suaminya suka main perempuan,”ujar RS.

Dalam penglihatan lain, RS melihat bocah Angeline sedang berada di tepi sungai di sebuah pegunungan.”Jiwanya sudah tenang, sedang menunggu dibawa rohnya oleh malaikat. Tapi dia tersenyum dan di hatinya tidak ada dendam,”ujar RS. Sayang RS tidak bisa menemui roh bocah ini.

Sementara itu, RS kembali melihat kondisi perempuan itu. Dalam penglihatannya, si perempuan tampak makin stres. Dia menangis dan meraung. Apalagi setelah kasus ini terungkap ke permukaan dan disorot banyak media.

RS kemudian melihat ada dua orang pria menemukan gundukan tanah yang ternyata kuburan bocah Angeline. Cuma tidak tahu siapa dua pria itu yang kemudian menyuruh orang lain untuk membongkarnya ketika ditemukan ada boneka menyembul dari dalam.

Sampai di sini saja penerawangan singkat ini, kemudian kami mendoakan agar Angeline bahagia di surga. “Penglihatan ini tidak saya rekayasa sama sekali karena saya memang tidak tahu kejadiannya. Saya justru heran kenapa gambaran itu bisa muncul dengan jelas,”ujar RS.- Liputan6.com

 
Jika Anda Rasa Artikel Ni Berguna, Silakan Klik Button Like Dibawah. Terima Kasih